Kamis, 06 Juni 2013

Robot di Jepang


Ketika robot kerap kali mendatangkan pertentangan di negara-negara barat, karena adanya kemungkinan mereka dapat menggantikan manusia di masa depan atau akan mengakibatkan emosi palsu, masyarakat jepang secara umum melah memperlihatkan antusiasme tinggi terhadap robot. Selanjutnya, pada masa sekarang ini banyak jenis robot yang dikembangkan di Jepang, yang populer di antaranya:
Asimo
ASIMO adalah robot humanoid yang dibuat oleh Honda. Dengan tinggi 130 sentimeter dan berat 54 kilogram, penampilan robot ini menyerupai seorang astronot dengan baju astronotnya yang membawa ransel. ASIMO dapat berjalan dengan dua kaki dengan gaya berjalan yang menyerupai manusia hingga kecepatan 6 km/jam. ASIMO diciptakan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Honda Pusat Penelitian Teknik Fundamental Wako di Jepang. Model yang sekarang merupakan versi sebelas, semenjak dimulainya proyek ASIMO pada 1986.
Menurut Honda, ASIMO merupakan akronim untuk "Advanced Step in Innovative MObilityPernyataan resmi Honda tersebut bertentangan dengan persepsi umum yang mengira bahwa kata "ASIMO" berasal dari nama penemu Tiga Hukum Robotik,Isaac Asimov. Selain itu, dalam bahasa Jepang, pelafalan "ashimo" bisa berarti "kaki juga".



Fitur yang dimiliki Asimo:
1.      Pengenalan atas benda bergerak.
2.      Pengenalan postur dan gerak
3.      Pengenalan lingkungan
4.       Membedakan suara.
5.      Pengenalan wajah
Actroid
Actroid adalah salah satu jenis android (robot humanoid) yang memiliki bentuk visual sangat menyerupai manusia yang dikembangkan oleh Universitas Osaka dan diproduksi oleh Kokoro Company Ltd. (divisi animatronik dari Sanrio).[1] Actroid pertama kali diperkenalkan dalam acara Pameran robot internasional di Tokyo, Jepang tahun 2003. Beberapa versi yang berbeda dari produk ini telah diproduksi sejak saat itu. Dalam kebanyakan kasus, penampilan robot-robot itu telah disesuaikan dengan model rata-rata perempuan muda keturunan Jepang.
Actroid perempuan adalah pelopor dari contoh mesin nyata yang mirip dengan mesin imajinasi yang dalam fiksi ilmiah disebut dengan istilah android ataugynoid, yang sejauh ini hanya digunakan untuk robot fiksi. Actroid ini dapat meniru fungsi manusia hidup seperti berkedip, berbicara, dan bernapas. Model "Repliee" adalah robot interaktif yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan memproses percakapan dan menanggapinya dengan baik.
Actroid juga dapat menirukan perilaku seperti manusia dengan sedikit pergeseran posisi, gerakan kepala dan mata dan menampakkan gerakan pernapasan pada dadanya. Sebagai tambahan, robot ini dapat "diajarkan" untuk meniru gerakan manusia dengan cara berhadapan dengan orang yang memasang titik-titik reflektif pada titik-titik kunci pada tubuhnya. Dengan melacak posisi titik reflektif tersebut menggunakan sistem visualnya dan menghitung gerakan anggota tubuh dan sendi untuk disesuaikan dengan apa yang dilihatnya, gerakan ini kemudian menjadi dapat "dipelajari"oleh robot dan ditiru.
Kulitnya terbuat dari bahan silikon dan terlihat sangat realistisk.[2] Kompresi udara yang memberi tenaga kepada motor servo robot, dan kebanyakan dari perangkat keras komputer yang mengoperasikan kecerdasan buatan robot ini, berada di luar unit robot. Ini merupakan faktor yang berkontribusi kepada kurangnya kemampuan robot untuk bergerak. Ketika ditampilkan, Actroid selalu dalam kondisi entah duduk ataupun berdiri dengan dukungan kuat dari belakang.
Para Actroid interaktif dapat juga berkomunikasi pada tingkat dasar dengan manusia melalui percakapan. Mikrofon yang ada di dalam Actroid itu merekam pembicaraan dari manusia, dan suara ini kemudian disaring untuk menghilangkan kebisingan di latar belakang - termasuk suara dari pengoperasian robot itu sendiri. Perangkat lunak pengenalan percakapan kemudian dipergunakan untuk mengkonversi stream audio menjadi kata-kata dan kalimat, yang selanjutnya dapat diproses oleh kecerdasan buatan Actroid. Respon verbal kemudian diberikan melalui pengeras suara diluar unit robot.
Interaksi lebih lanjut diperoleh melalui metode non-verbal. Ketika ditangani, Actroid interaktif menggunakan kombinasi dari "sensor lantai dan sensor penglihatan onmidireksional" dalam rangka menjaga kontak mata dengan pembicara. Sebagai tambahan, robot ini dapat merespon dalam cara-cara yang terbatas melalui bahasa tubuh dan nada suara dengan mengubah ekspresi wajah mereka sendiri, sikap dan infleksi vokal.
Masih banyak laigi robot yang dikembangkan di Jepang seperti Q-Rio, Wakamaru, Aibo, dan iDog
Sumber: Animonster # 108

0 komentar:

Posting Komentar