Ketika robot kerap kali mendatangkan
pertentangan di negara-negara barat, karena adanya kemungkinan mereka dapat
menggantikan manusia di masa depan atau akan mengakibatkan emosi palsu,
masyarakat jepang secara umum melah memperlihatkan antusiasme tinggi terhadap
robot. Selanjutnya, pada masa sekarang ini banyak jenis robot yang dikembangkan
di Jepang, yang populer di antaranya:
Asimo
ASIMO adalah robot humanoid yang
dibuat oleh Honda.
Dengan tinggi 130 sentimeter dan
berat 54 kilogram,
penampilan robot ini menyerupai seorang astronot dengan baju astronotnya yang membawa ransel.
ASIMO dapat berjalan dengan dua kaki dengan gaya berjalan yang menyerupai
manusia hingga kecepatan 6 km/jam. ASIMO diciptakan pada Pusat Penelitian dan
Pengembangan Honda Pusat Penelitian Teknik Fundamental Wako di Jepang.
Model yang sekarang merupakan versi sebelas, semenjak dimulainya proyek ASIMO
pada 1986.
Menurut
Honda, ASIMO merupakan akronim untuk "Advanced Step in Innovative MObilityPernyataan resmi Honda
tersebut bertentangan dengan persepsi umum yang mengira bahwa kata "ASIMO"
berasal dari nama penemu Tiga Hukum
Robotik,Isaac Asimov. Selain itu, dalam bahasa
Jepang, pelafalan "ashimo" bisa berarti "kaki juga".
Fitur yang
dimiliki Asimo:
1.
Pengenalan atas benda bergerak.
2.
Pengenalan postur dan gerak
3.
Pengenalan lingkungan
4.
Membedakan suara.
5.
Pengenalan wajah
Actroid
Actroid adalah
salah satu jenis android (robot humanoid) yang memiliki bentuk visual sangat menyerupai
manusia yang dikembangkan oleh Universitas Osaka dan
diproduksi oleh Kokoro Company Ltd. (divisi animatronik dari Sanrio).[1] Actroid
pertama kali diperkenalkan dalam acara Pameran robot
internasional di Tokyo, Jepang tahun 2003. Beberapa versi yang
berbeda dari produk ini telah diproduksi sejak saat itu. Dalam kebanyakan
kasus, penampilan robot-robot itu telah disesuaikan dengan model rata-rata perempuan muda keturunan Jepang.
Actroid perempuan adalah pelopor dari contoh mesin nyata yang
mirip dengan mesin imajinasi yang dalam fiksi ilmiah disebut
dengan istilah android ataugynoid,
yang sejauh ini hanya digunakan untuk robot fiksi. Actroid ini dapat meniru
fungsi manusia hidup seperti berkedip, berbicara, dan bernapas. Model
"Repliee" adalah robot interaktif yang memiliki kemampuan untuk mengenali
dan memproses percakapan dan menanggapinya dengan baik.
Actroid juga
dapat menirukan perilaku seperti manusia dengan sedikit pergeseran posisi,
gerakan kepala dan mata dan menampakkan gerakan pernapasan pada
dadanya. Sebagai tambahan, robot ini dapat "diajarkan" untuk meniru
gerakan manusia dengan cara berhadapan dengan orang yang memasang titik-titik
reflektif pada titik-titik kunci pada tubuhnya. Dengan melacak posisi titik
reflektif tersebut menggunakan sistem visualnya dan menghitung gerakan anggota
tubuh dan sendi untuk disesuaikan dengan apa yang dilihatnya, gerakan ini
kemudian menjadi dapat "dipelajari"oleh robot dan ditiru.
Kulitnya terbuat dari bahan silikon dan terlihat sangat realistisk.[2] Kompresi
udara yang memberi tenaga kepada motor servo robot, dan kebanyakan dari perangkat keras komputer yang mengoperasikan kecerdasan buatan robot
ini, berada di luar unit robot. Ini merupakan faktor yang berkontribusi kepada
kurangnya kemampuan robot untuk bergerak. Ketika ditampilkan, Actroid selalu
dalam kondisi entah duduk ataupun berdiri dengan dukungan kuat dari belakang.
Para Actroid interaktif dapat juga berkomunikasi pada tingkat
dasar dengan manusia melalui percakapan. Mikrofon yang ada di dalam Actroid itu merekam
pembicaraan dari manusia, dan suara ini kemudian disaring untuk menghilangkan
kebisingan di latar belakang - termasuk suara dari pengoperasian robot itu
sendiri. Perangkat lunak pengenalan
percakapan kemudian dipergunakan untuk mengkonversi stream audio menjadi
kata-kata dan kalimat, yang selanjutnya dapat diproses oleh kecerdasan buatan
Actroid. Respon verbal kemudian diberikan melalui pengeras suara diluar unit robot.
Interaksi lebih lanjut diperoleh melalui metode non-verbal. Ketika
ditangani, Actroid interaktif menggunakan kombinasi dari "sensor lantai
dan sensor penglihatan onmidireksional" dalam rangka menjaga kontak mata
dengan pembicara. Sebagai tambahan, robot ini dapat merespon dalam cara-cara
yang terbatas melalui bahasa tubuh dan nada suara dengan mengubah ekspresi
wajah mereka sendiri, sikap dan infleksi vokal.
Masih banyak laigi robot yang dikembangkan di Jepang seperti
Q-Rio, Wakamaru, Aibo, dan iDog
Sumber: Animonster # 108
0 komentar:
Posting Komentar