Sejak jaman dahulu, boneko sudah menjadi salah satu
pelengkap dalam kebudayaan jepang. Sebut saja boneka Hina yang digunakan saat
festival Hamamatsuri atau boneka samurai yang dipajang saat perayaan Tango no
Sekku. Daruma, boneka yang yang terbialng unik, karena selain tidak memiliki
mata, ia juga tidak memiliki tangan dan kaki. Konon nama Daruma di ambil dari
nama seorang Bodhidharma yang saat itu ajaranya masuk ke Jepang pada zaman
Kamakura (1185-1333).
“Nana korobi ya oki” (Kalau jatuh tujuh kali,
bangun delapan kali). Ungkapan tersebut diajarkan oleh Daruma yang mengadakan
perjalanan dari India ke China pada abad ke-6 untuk menybarkan agama Budha Zen.
Ungkapan tersebut maksudnya adalah kunci kesuksesan. Bila kita belu m sukses,
maka kita harus mencoba dan mencobanya lagi tanpa putus asa. Hingga sekarang
ajaran Daruma tersebut sudah menjadi ungkapan yang sangat terkenal oleh orang
Jepang. Ada banyak legenda mengenai Daruma, namun yang paling terkenal yaitu
legenda yang mengatakan bahwa Daruma bermeditasi di sebuah gua selama 7 tahun
tanpa mengedipkan atau pun mengalihkan pandangan matanya. Ada juga yang
mengatakan kalau Daruma bermeditasi menghadap ke dinding. Di pertengahan
meditasi, Daruma pernah tidur sesaat, sehingga ia memutuskan untuk menggunting
kelopak matanya. Kelopak matanya tersebt lalu jatuh ke tanah, dan tumbuh
menjadi tanaman teh pertama. Oleh sebab itu upacara Zen di Jepang selalu
dikaitkan dengan upacara minum teh untuk menghormati Daruma. Lamanya meditasi
mengakibatkan lengan dan kakinya mati rasa, kemudian terlepas dari tubuhnya.
Itulah sebab boneka Daruma dibuat tanpa lengan dan kaki.
Boneka
Daruma terbuat dari bubur kertas yang dicampur dengan perekat ini merupakan
simbol dari kedisiplinan Daruma saat bersemedi. Lucunya, walaupun kita mencoba
mendorongnya dari sisi manapun, daruma akan kembali ke posisinya.
Boneka
daruma dianggap sebagai lambang oleh orang Jepang. Oleh sebab itu, pada umumnya
di bagian badan boneka dituliskan huruf “Fuku” yang berarti keberuntungan.
Tidak hanya terbatas huruf fuku saja, tapi huruf lain bisa dipakai misalnya
huruf “Katsu” yang berarti menang.
Pada
tahun baru, sebelah mata daruma diwarnai sambil mengucapkan harapan kita selama
setahun. Apabila harapan sudah terkabul, maka sebelah mata daruma diwarnai pada
akhir tahun. Setelah itu daruma biasanya dibawa ke kuil lalu dibakar dalam api
unggun dan didoakan oleh biksu dalam sebuah ritual yang dinamakan Daruma
Kuyo.
Sumber: Animonster # 66
0 komentar:
Posting Komentar