Kamis, 06 Juni 2013

Summer in Japan


Akhir bulan Mei, Jepang mulai memasuki musim panas atau natsu. Natsu sangat identik dengan cuaca panas, udara lembab, dan hujan. Di jepang hari-hari hujan kebanyakan ada di bulan Juni dan Juli, yang disebut tsuyu. Musim panas juga dihiasi oleh mekarnya bunga-bunga berwarna cerah, kumbang, dan serangga lain yang hanya keluar di musim panas, yaitu nyamuk. Oleh karena itu bila orang Jepang digigit nyamuk, mereka tahu bahwa musim panas telah tiba.
Tempat yang banyak dikunjungi orang saat musim panas adalah pantai dan pegunungan. Di pantai orang bisa menikmati matahari matahari sekaligus laut yang sejuk. Di Jepang laut hanya bisa direnangi saat musim panas, karena di musim lain airnya sangat dingin dan banyak sekali ubur-ubur berbahaya. Para pelancong yang berlibur di pantai bisa menikmati minuman dingin yang dijual di umi no hei atau rumah laut. Hidangan yang disukai adalah jagung bakar dan soba (mie jepang).
Sinar matahari yang terik di musim panas membuat suhu rata-rata menjadi 35 derajat celcius membuat orang suka berkipas-kipas menggunakan sensu (kipas lipat) atau uchiwa (kipas bulat). Tapi banyak tempat di jepang sudah dilengkapi dengan AC.
Makanan yang paling dinikmati saat musim panas adalah unagi (belut) bakar, yang katanya bergizi tinggi dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang lesu. Cumi dan gurita bakar yang paling populer. Makanan khas musim panas lainnya adalah somen atau mie dingin. Mienya tipis-tipis direbus dan ditiriskan kemudian ditaruh di atas mangkuk yang sudah diisi dengan es batu, yang disiram dengan kuah dingin.
Di Jepang juga ada buah-buahan khas yang musim panas, dan paling terkenal adalah buah semangka. Cara menikmatinya juga unik, semangka dibelah menjadi 8 potong dan disajikan bersama kulitnya. Sebelum dimakan dibubuhi sedikit garam, karena bila diberi garam maka rasa manisnya akan semakin terasa. Ini disebut kakushiaji,  kakushi artinya ‘sembunyi’ dan aji berati ‘rasa’, jadi mengeluarkan rasa yang tersembunyi. Ada juga permainan suikawari, yaitu memecah semangka. Seseorang ditutup matanya dengan kain lau diputar-putar supaya bingung, kemudian memukul semangka dengan tongkat kayu. Semangka yang pecah kemudian dimakan bersama-sama.
Udara panas juga membuat orang ingin menikmati es yang dingin. Es tradisional Jepang yang sangat identik dengan musim panas adalah kori atau singkatan dari kaki-gori, yaitu es serut yang diberi sirup warna-warni sehingga tampak menrik dan enak. Resep kori yang tertua adalah uji kintoko, es kori disiram matcha (sirup dari teh hijau) dan diberi yude-azuki (kacang merah manis), dengan rasa campuran antara pahit dan manis.
Sumber: Animonster # 64








0 komentar:

Posting Komentar