Akhir
bulan Mei, Jepang mulai memasuki musim panas atau natsu. Natsu sangat
identik dengan cuaca panas, udara lembab, dan hujan. Di jepang hari-hari hujan
kebanyakan ada di bulan Juni dan Juli, yang disebut tsuyu. Musim panas juga
dihiasi oleh mekarnya bunga-bunga berwarna cerah, kumbang, dan serangga lain
yang hanya keluar di musim panas, yaitu nyamuk. Oleh karena itu bila orang
Jepang digigit nyamuk, mereka tahu bahwa musim panas telah tiba.
Tempat
yang banyak dikunjungi orang saat musim panas adalah pantai dan pegunungan. Di
pantai orang bisa menikmati matahari matahari sekaligus laut yang sejuk. Di
Jepang laut hanya bisa direnangi saat musim panas, karena di musim lain airnya
sangat dingin dan banyak sekali ubur-ubur berbahaya. Para pelancong yang
berlibur di pantai bisa menikmati minuman dingin yang dijual di umi no hei atau
rumah laut. Hidangan yang disukai adalah jagung bakar dan soba (mie jepang).
Sinar
matahari yang terik di musim panas membuat suhu rata-rata menjadi 35 derajat
celcius membuat orang suka berkipas-kipas menggunakan sensu (kipas lipat) atau uchiwa
(kipas bulat). Tapi banyak tempat di jepang sudah dilengkapi dengan AC.
Makanan
yang paling dinikmati saat musim panas adalah unagi (belut) bakar, yang
katanya bergizi tinggi dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang lesu. Cumi
dan gurita bakar yang paling populer. Makanan khas musim panas lainnya adalah somen
atau mie dingin. Mienya tipis-tipis direbus dan ditiriskan kemudian
ditaruh di atas mangkuk yang sudah diisi dengan es batu, yang disiram dengan
kuah dingin.
Di
Jepang juga ada buah-buahan khas yang musim panas, dan paling terkenal adalah
buah semangka. Cara menikmatinya juga unik, semangka dibelah menjadi 8 potong
dan disajikan bersama kulitnya. Sebelum dimakan dibubuhi sedikit garam, karena
bila diberi garam maka rasa manisnya akan semakin terasa. Ini disebut kakushiaji,
kakushi artinya ‘sembunyi’ dan
aji berati ‘rasa’, jadi mengeluarkan rasa yang tersembunyi. Ada juga permainan
suikawari, yaitu memecah semangka. Seseorang ditutup matanya dengan kain lau
diputar-putar supaya bingung, kemudian memukul semangka dengan tongkat kayu.
Semangka yang pecah kemudian dimakan bersama-sama.
Udara
panas juga membuat orang ingin menikmati es yang dingin. Es tradisional Jepang
yang sangat identik dengan musim panas adalah kori atau singkatan dari kaki-gori,
yaitu es serut yang diberi sirup warna-warni sehingga tampak menrik dan enak.
Resep kori yang tertua adalah uji kintoko, es kori disiram matcha
(sirup dari teh hijau) dan diberi yude-azuki (kacang merah manis),
dengan rasa campuran antara pahit dan manis.
Sumber: Animonster # 64
0 komentar:
Posting Komentar